Punya jaket parka tuh bukan cuma soal gaya — tapi juga soal fungsionalitas. Jaket satu ini bukan sekadar outer kece buat tampil keren di musim hujan, tapi juga pelindung ampuh dari angin dan air. Tapi sayangnya, banyak orang salah ngerawatnya. Dicuci sembarangan, dijemur asal, bahkan disetrika panas — hasilnya? Jaket parka jadi pudar, bahan rusak, dan lapisan anti air (waterproof coating)-nya hilang total.
Nah, biar hal itu gak kejadian ke kamu, artikel ini bakal bahas cara merawat jaket parka biar tetap awet dan kemampuan anti airnya terjaga. Gaya Gen Z tetap bisa on point, tapi jaketmu juga tetap tahan banting!
1. Pahami Dulu Jenis Jaket Parka Kamu
Sebelum ngomongin perawatan, kamu harus tahu dulu jenis bahan jaket parka yang kamu punya. Karena beda bahan, beda juga cara rawatnya.
| Jenis Parka | Karakteristik | Cara Rawat Umum |
|---|---|---|
| Cotton Canvas Parka | Bahan tebal dan breathable, tapi kurang waterproof | Gunakan semprotan waterproof setelah dicuci |
| Nylon / Polyester Parka | Ringan dan cepat kering, punya coating anti air | Hindari setrika dan suhu tinggi |
| Waxed Parka (berlapis lilin) | Tahan air alami, tampilan matte | Jangan dicuci, cukup dilap basah dan waxing ulang |
| Gore-Tex / Waterproof Membrane | Super tahan air dan angin | Cuci pakai air dingin & sabun lembut khusus outdoor |
Jadi, jangan samakan perawatan jaket parka canvas lokal dengan jaket outdoor tech dari brand kayak The North Face atau Columbia — hasilnya bisa fatal!
2. Jangan Terlalu Sering Dicuci
Beda sama kaus atau celana, jaket parka gak perlu dicuci setiap kali dipakai. Justru terlalu sering dicuci bisa bikin lapisan DWR (Durable Water Repellent) rusak dan hilang fungsi anti airnya.
Kapan sebaiknya dicuci:
- Setelah kehujanan dan kotor parah.
- Setelah beberapa kali pemakaian (sekitar 5–7 kali).
- Kalau mulai berbau lembap atau apek.
Kalau cuma kena debu atau percikan ringan, cukup lap permukaannya dengan kain lembap aja.
3. Gunakan Sabun Khusus Outdoor (Jangan Deterjen Biasa!)
Ini kesalahan paling sering dilakukan: nyuci parka pakai deterjen biasa. Padahal, deterjen rumah tangga bisa ngilangin lapisan anti air di permukaan jaket.
Sebagai gantinya, pakai sabun khusus jaket waterproof seperti Nikwax Tech Wash atau Granger’s Performance Cleaner. Sabun ini diformulasi buat bersihin tanpa ngurangin lapisan pelindung air.
Kalau gak punya:
- Gunakan sabun bayi cair (lembut dan non-detergen).
- Jangan pakai pewangi, pemutih, atau pelembut.
Pro tip Gen Z: cuci manual pakai tangan, jangan mesin cuci — terutama buat parka yang punya lapisan lilin atau membran khusus.
4. Cuci dengan Cara yang Benar
Langkah mencuci jaket parka gak boleh asal. Ini caranya biar tetap aman dan lapisan anti air gak rusak:
- Rendam sebentar di air dingin selama 5–10 menit.
- Tuang sedikit sabun khusus (jangan terlalu banyak).
- Kucek lembut bagian kotor pakai tangan atau spons halus.
- Jangan diperas keras-keras.
- Bilas pakai air dingin sampai bersih dari sabun.
Kalau kamu pakai mesin cuci, pilih mode gentle atau hand wash, dan pastikan tanpa spin (putaran kering).
5. Jemur di Tempat Teduh dan Berangin
Sinar matahari langsung adalah musuh utama jaket parka waterproof. Paparan UV bisa bikin bahan luar retak dan lapisan anti airnya hilang.
Cara jemur paling aman:
- Jemur di tempat teduh tapi berangin.
- Gantung jaket dengan hanger, jangan dijepit (biar bentuknya gak berubah).
- Pastikan jaket benar-benar kering sebelum disimpan, biar gak jamuran.
Kalau mau cepat kering, bisa lap dulu dengan handuk kering untuk serap sisa airnya.
6. Jangan Disetrika Langsung
Kebanyakan jaket parka (terutama yang anti air) punya lapisan luar sensitif terhadap panas. Kalau kamu setrika langsung, lapisan itu bisa meleleh atau rusak permanen.
Kalau mau hilangin kusut:
- Gunakan steamer (uap panas ringan) dari jarak 20–30 cm.
- Kalau gak punya, setrika dengan lapisan kain katun di atasnya, suhu rendah aja.
Catatan: Untuk parka waxed, jangan pernah setrika sama sekali — cukup lap lembap atau lakukan waxing ulang.
7. Lakukan Reproofing atau Waterproof Re-Coating Secara Berkala
Nah, ini langkah penting yang banyak orang lupa! Setelah beberapa kali dicuci, lapisan DWR (anti air) di jaketmu bakal menipis. Supaya tetap tahan hujan, kamu harus reproofing alias menyemprot ulang lapisan waterproof.
Gunakan semprotan khusus seperti:
- Nikwax TX.Direct Spray-On
- Granger’s Repel Spray
- Gear Aid Revivex Durable Water Repellent
Cara pakai:
- Pastikan jaket dalam keadaan bersih dan kering.
- Semprot merata ke seluruh permukaan luar.
- Diamkan sampai kering (bisa bantu dengan hair dryer suhu rendah).
Hasilnya, air bakal kembali “membentuk butiran” di permukaan jaket — tanda kemampuan waterproof-nya aktif lagi!
8. Simpan Jaket Parka dengan Cara yang Benar
Cara simpan juga berpengaruh banget ke umur jaket kamu. Banyak orang asal lipat dan taruh di lemari lembap — hasilnya, jaket jamuran dan bau apek.
Cara menyimpan parka:
- Pastikan jaket benar-benar kering sebelum disimpan.
- Gantung dengan hanger biar bentuknya tetap rapi.
- Simpan di tempat kering dan tidak lembap.
- Jangan simpan dalam plastik rapat — bikin bahan “ngap.”
Tips tambahan: Kalau jaketmu waxed (berlapis lilin), bungkus dengan kain katun atau tas kain breathable, bukan plastik.
9. Bersihkan Bagian Dalam Secara Terpisah
Kalau bagian dalam jaket udah bau atau kotor tapi bagian luar masih bersih, kamu gak perlu cuci seluruh jaket. Cukup bersihin bagian lining (dalaman) aja.
Caranya:
- Balik jaket ke dalam.
- Lap pakai kain lembap dan sabun lembut.
- Keringkan gantung di tempat berangin.
Biar cepat hilang bau apek, kamu juga bisa gantung jaket di luar ruangan malam hari, biar “angin malam” bantu netralisir baunya.
10. Hindari Penggunaan Pengharum dan Pewangi Semprot
Wewangian berbasis alkohol bisa ngikis lapisan pelindung luar jaket parka. Jadi hindari semprot pewangi langsung ke kain.
Kalau mau wangi, cukup:
- Taruh aroma sachet alami (kayak lavender atau kopi bubuk kering) di lemari penyimpanan.
- Gunakan spray fabric natural tanpa alkohol kalau benar-benar butuh.
11. Untuk Jaket Waxed (Berlapis Lilin), Lakukan Re-Wax Secara Rutin
Kalau kamu punya jaket parka model British style yang berlapis lilin (contohnya Barbour, Belstaff, atau lokal seperti Roughneck waxed parka), kamu harus rajin re-waxing biar tetap waterproof.
Langkahnya:
- Bersihkan jaket pakai kain basah.
- Panaskan wax khusus (misalnya Barbour Wax Dressing) hingga cair.
- Oleskan tipis merata ke seluruh permukaan jaket.
- Gunakan hair dryer untuk bantu wax meresap sempurna.
Lakukan 1–2 kali setahun. Setelah itu, jaketmu bakal kembali kinclong, tahan air, dan punya tekstur khas yang elegan.
12. Hindari Cuci Kering (Dry Cleaning)
Dry cleaning pakai bahan kimia keras kayak perchloroethylene bisa ngerusak lapisan waterproof di jaket parka. Apalagi buat parka outdoor, dry cleaning malah bikin bahan jadi kaku dan gampang retak.
Kecuali jaketmu punya label “Dry Clean Only,” hindari metode ini. Lebih aman cuci sendiri pakai sabun lembut.
13. Cek Label Perawatan Sebelum Melakukan Apapun
Setiap jaket parka punya label perawatan yang beda. Ada yang gak boleh disetrika, ada yang gak boleh direndam, ada juga yang cuma boleh dry clean.
Jadi sebelum nyuci atau nyemprot waterproof, cek dulu tag di dalam jaket. Kalau ada simbol kayak:
- “X” di icon mesin cuci = jangan cuci mesin.
- “Tumble dry” silang = jangan keringin pakai mesin.
- “Iron low heat” = boleh disetrika suhu rendah.
14. Bersihkan Resleting dan Kancing Secara Berkala
Debu dan kotoran yang nempel di resleting bisa bikin macet dan karatan. Jadi setiap kali beres nyuci atau sebelum disimpan lama, bersihin bagian logamnya.
Caranya:
- Gunakan sikat gigi bekas dan air sabun ringan.
- Lap kering, lalu oles sedikit petroleum jelly biar gak berkarat.
Detail kecil ini sering dilupain, padahal efeknya besar buat umur jaket kamu.
15. Simpan Jaket Saat Musim Panas dengan Bijak
Kalau gak dipakai lama (misal pas musim panas), simpan jaket parka dengan cara aman biar gak rusak:
- Simpan di tempat sejuk dan gak lembap.
- Hindari melipat di area sama berulang kali.
- Tambahkan silica gel di tempat penyimpanan buat cegah jamur.
Kalau kamu punya lebih dari satu parka, rotasi pemakaiannya — jangan pakai satu terus-menerus biar gak cepat aus.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)
1. Apakah jaket parka boleh dicuci di mesin cuci?
Boleh, tapi hanya jika bahan dan label perawatan mengizinkan. Gunakan mode “gentle wash” dan sabun lembut.
2. Berapa kali semprot ulang waterproof?
Setiap 2–3 kali pencucian, atau kalau air udah gak lagi membentuk butiran di permukaannya.
3. Kalau jaket parka udah kehilangan lapisan anti air, masih bisa diperbaiki?
Bisa! Gunakan semprotan DWR reproofing buat balikin lapisan waterproof-nya.
4. Apakah aman setrika jaket parka?
Sebagian besar gak boleh. Kalau mau, gunakan suhu rendah dan lapisan kain pelindung.
5. Jaketku bau lembap meski udah dicuci, gimana?
Keringkan di tempat terbuka dan taburkan baking soda di bagian dalam semalaman.
6. Apa jaket parka cocok dipakai setiap hari?
Cocok, asal kamu rajin rawat dan keringkan setelah kena hujan. Jangan biarkan lembap terlalu lama.
Kesimpulan
Merawat jaket parka itu bukan sekadar bikin tampilannya tetap keren, tapi juga menjaga performa aslinya — terutama lapisan anti air yang jadi fitur utamanya. Dengan mengikuti cara merawat jaket parka biar tetap awet dan kemampuan anti airnya terjaga, kamu gak cuma bikin jaket tahan lama, tapi juga siap hadapi segala cuaca tanpa kehilangan gaya.
Ingat: jangan terlalu sering dicuci, hindari panas berlebih, dan lakukan reproofing secara rutin. Dengan perawatan yang tepat, jaket parka kamu bakal tetap tahan hujan, tahan lama, dan selalu tampil stylish kapan pun!

